Preeklamsi

Preeklamsi Pada Kehamilan

Askep Preeklamsi

Seringkali kita mendengar adanya wanita yang sedang hamil dan dinyatakan menderita preeclampsia atau sebutan lainnya adalah preeklamsi. Bagi orang yang awam dengan ilmu kedokteran pastinya bertanya-tanya, apa itu preeklamsi? Preeklamsi atau Preeclampsia adalah suatu penyakit yang diderita oleh wanita disaat sedang hamil. Bila wanita hamil menderita penyakit ini harus diperlukan perhatian/ perawatan yang serius, karena penyakit ini tidak bisa dibiarkan karena dapat mengancam nyawa ibu dan juga bayi yang dikandungnya. Preeklamsi biasa muncul pada usia kehamilan di atas 20 minggu, pada akhir trimester kedua atau pada trimester ketiga. Penyakit ini hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan yang teratur oleh dokter.

Apa sebab seorang wanita hamil mengalami preeklamsi? Sejauh ini belum ada penyebab pasti penyakit preeklamsi, namun terdapat beberapa kondisi yang membuat seorang wanita lebih berisiko menderita preeklamsi, diantaranya adalah wanita yang mengalami kehamilan pertama di usia lebih dari 40 tahun, wanita yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari 35 (kegemukan), adanya riwayat keluarga, kehamilan yang memiliki jarak 10 tahun atau lebih setelah kelahiran anak terakhir. Akan tetapi penderita hipertensi dan diabetes dapat lebih berisiko terkena penyakit ini.

Preeklamsi dapat ditunjukkan dengan gejala-gejala seperti hipertensi, terdapat kadar protein dalam urin, pembengkakan pada pergelangan kaki, tangan atau wajah, sakit kepala yang parah (pusing), muntah darah, jumlah urin yang sedikit/tidak ada urin, kencing disertai darah, denyut jantung cepat, mual berlebihan, telinga berdengung, muntah berlebihan dan mengantuk.

Bagi Wanita hamil yang menderita preeklamsi berisiko tinggi mengalami keguguran, gagal ginjal akut, pendarahan otak, pembekuan darah intravaskular, pembengkakan paru-paru, kolaps pada system pembuluh darah, dan eclampsia , yaitu gangguan tahap lanjutan yang ditandai dengan serangan toxemia yang bisa berakibat sangat serius bagi ibu dan bayinya.

Dampak bagi bayi adalah adanya bobot tubuh bayi yang rendah ketika lahir, hal ini disebabkan karena preeklamsi/ preeclampsia dapat mencegah plasenta mendapat asupan darah yang cukup, sehingga bayi bisa kekurangan makanan dan oksigen. Selain itu juga dapat timbul masalah lainnya yaitu kelahiran bayi prematur sampai dengan kematian bayi pada saat kelahiran.

Wanita hamil biasa mengalami pembengkakan kaki, oleh sebab itu bila Anda mengalami pembengkakan tersebut segeralah periksa ke dokter, karena preeklamsi bisa diketahui melalui pemeriksaan urin dan tekanan darah. Bila sejak dini telah diketahui menderita preeklamsi, biasanya dokter akan menangani dengan memberikan pengobatan agar tensi/tekanan darah bisa turun, selain itu dengan istirahat total atau bed rest. Dengan periksa ke dokter, diharapkan kehamilan selalu dalam pantauan. Biasanya cara menghentikan preeklamsi adalah dengan melahirkan bayi atau biasa dilakukan dengan operasi Caesar.

Rating 3.00 out of 5
[?]

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>