Merencanakan Kehamilan

Apa Sajakah Yang Diperlukan Dalam Merencanakan Kehamilan ?

Persiapan Untuk Hamil

Dalam merencanakan kehamilan sangat diperlukan tubuh yang sehat. Caranya cukup dengan persiapan mental yang matang, rileks dan selalu menjalankan pola hidup sehat. Ini penting bagi wanita dalam mempersiapan memasuki kehidupan yang baru sebagai seorang ibu.

Tak hanya wanita (istri), suami pun juga perlu menjalankan pola hidup sehat. Mengapa demikian? karena dengan pola hidup sehat, kualitas sperma yang dihasilkan dimana sebagai modal konsepsi akan ikut sehat. Bila suatu pasangan telah menjalankan pola hidup tersebut, maka kehamilan yang dinantikan akan terjadi dengan indah.Selain menjalankan pola hidup sehat, mengubah gaya hidup juga penting, meskipun terkadang sulit dilakukan. Dalam merencanakan kehamilan ada hal-hal yang perlu dan penting untuk diperhatikan. Pertama, mulailah dengan membuat check list persiapan kehamilan. Kelihatannya sepele, namun bila ini dilakukan akan sangat membantu proses kehamilan yang dinantikan. Apa sajakah yang bisa dimuat dalam check list tersebut? Diantaranya adalah sbb. :

1. Berat Badan Calon Ibu.

Kelebihan atau kekurangan berat badan dapat mempengaruhi kesehatan dan kesuburan. Maka pantaulah selalu berat badan. Konsumsilah makanan yang bergizi seimbang (mengurangi makanan tinggi gula dan lemak) serta rutin berolah raga untuk menjaga berat badan.

2. Vitamin/Suplemen.

Seseorang tidak memerlukan suplemen/vitamin tambahan apabila telah mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Namun bila ada masalah dengan kesehatan tubuhnya, perlu akan vitamin/suplemen tambahan. Konsumsi vitamin/suplemen yang sembarangan seringkali menimbulkan masalah kesehatan, karena kandungan vitamin/suplemen yang ada di pasaran seringkali mengandung vitamin A dengan dosis yang terlalu tinggi. Maka dari itu konsultasikan ke dokter, karena tentu saja dokter akan memberikan vitamin/suplemen yang aman dan cocok bagi wanita yang merencanakan kehamilan.

3. Kebutuhan Asam Folat.

Asam folat penting untuk mencegah bayi lahir cacat. Sedikitnya seorang calon ibu memerlukan 400 gram microgram asam folat setiap harinya. Asam folat sebenarnya dapat kita peroleh pada makan-makanan yang kita konsumsi sehari-hari, seperti pada brokoli, kacang kacangan, bayam, telur, alpukat, gandum, susu, jeruk, stroberi, hati sapi, pisang, dll. Apabila calon ibu sulit memenuhi kebutuhan tersebut, disarankan mengkonsumsi suplemen asam folat sedikitnya sampai minggu ke 12 kehamilan.

4. Penggunaan Obat.

Apabila seorang wanita sedang merencanakan kehamilan, hindari menggunakan obat. Apabila terserang sakit, konsultasikan penggunaan obat kepada dokter. Hal ini dapat menghindari penggunaan obat yang dapat menurunkan tingkat kesuburan calon ibu. Lalu bagaimanakah jika calon ibu tersebut baru saja mengkonsumsi pil kontrasepsi? Sebelum merencanakan kehamilan, biarkanlah tubuh menyesuaikan diri dalam beberapa bulan dan jangan malas untuk berkonsultasi kepada dokter. Hal itu tidak hanya berlaku untuk pil kontrasepsi saja, akan tetapi juga untuk alat kontrasepsi yang lain seperti IUD, Norplant, dll.

5. Pemeriksaan infeksi. Pemeriksaan ini penting dilakukan guna menghindari masalah yang mungkin timbul sewaktu kehamilan. Pemeriksaan ini seperti Torch, HIV, Syphilis. Apabila seorang calon ibu terinveksi penyakit ini dapat membahayakan janin yang dikandungnya, terutama kehamilan pada trimester pertama.

6. Jauhi diri dari Stress. Tuntutan gaya hidup seringkali membuat seseorang menjadi stress. Hal ini seringkali terjadi pada wanita yang hidup di kota-kota metropolitan. Kondisikan pikiran dan badan serileks mungkin. Hal ini akan membantu dan memperbesar kesempatan terjadinya suatu konsepsi.

7. Kurangi Kafein, Berhenti merokok dan minuman beralkohol.

Berhentilah melakukan kebiasaan tersebut 3 bulan menjelang kehamilan. Termasuk menghindari asap rokok. Karena rokok dapat mengakibatkan keguguran. Selain itu juga kurangi kafein. Terlalu banyak mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir premature. Apalagi pada wanita yang memiliki tensi tinggi. Jadi lebih baik hindarilah.

8. Cek golongan darah rhesus.

Hal ini juga perlu dilakukan karena dapat terjadi kematian pada janin apabila apabila calon ibu dengan rhesus negatif dan suami rhesus positif.

9. Konsultasi Rutin Pada Dokter

Dengan rutin berkonsultasi pada dokter, kesehatan calon ibu dan janin akan selalu dalam pantauan dokter. Apabila ada masalah pada kehamilan, maka akan segera mendapatkan pertolongan.

Demikianlah beberapa persiapan dalam merencanakan kehamilan, Semoga informasi ini dapat membantu dan bermanfaat bagi pasangan yang akan merencanakan kehamilan.

 

Rating 2.00 out of 5
[?]

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>